STIH Sultan Adam Banjarmasin menggelar Dies Natalis XXXIX dan mewisuda 237 mahasiswa program Sarjana dan Magister melalui Sidang Senat Terbuka.
Banjarmasin – Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Sultan Adam (STIHSA) Banjarmasin melaksanakan prosesi wisuda terhadap ratusan mahasiswanya di Galaxy Hotel Banjarmasin. Prosesi digelar melalui Sidang Senat Terbuka dengan acara Dies Natalis XXXIX dan Wisuda Program Sarjana serta Program Magister.
Ketua STIHSA Banjarmasin, Dr. H. Abdul Halim Shahab, S.H., M.H., memindahkan tali topi toga dari kiri ke kanan kepada 237 wisudawan/wisudawati secara bergiliran.

“Seperti yang disaksikan hari ini, kita melaksanakan wisuda baik strata 1 maupun strata 2 yang jumlahnya hampir 250 orang. Mereka dari berbagai profesi, ada umum, kepolisian, TNI, Polri, Aparatur Sipil Negara, anggota dewan, dan sebagainya,” ujarnya.
Ia berharap para wisudawan memberikan sumbangsih terbaik bagi masyarakat dan dapat mengaplikasikan ilmunya dalam kehidupan bermasyarakat. Jumlah wisudawan/wisudawati dari program sarjana (S1) sebanyak 192 orang dan dari program magister (S2) sebanyak 45 orang, sehingga total 237 orang.
Abdul Halim Shahab mengungkapkan hampir 50 persen lebih wisudawan sudah bekerja. Sedangkan bagi yang belum bekerja, ia mendoakan agar mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan keilmuannya.
Dalam laporan yang disampaikan sebelum prosesi wisuda, Abdul Halim Shahab menekankan pentingnya proses dan perjuangan untuk mencapai sukses. Sesuai ungkapan “pelaut ulung tidak lahir dari ombak yang tenang, tapi dari lautan dengan ombak yang besar dan badai”, maka orang yang sukses dan berjaya tidaklah instan.

Sidang Senat Terbuka tersebut juga dihadiri Ketua Yayasan Pendidikan Tinggi Ilmu Hukum Indonesia (YPTIHI) STIH Sultan Adam, Ir. Fachrur Rozy, seluruh dosen, tenaga kependidikan, senat mahasiswa, serta keluarga wisudawan/wisudawati.
Dengan diwisudanya 237 orang, total jumlah alumni STIHSA menjadi 4.198 orang untuk Program Sarjana dan 178 orang pada Program Pascasarjana. Alumni STIHSA tersebar di Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, bahkan di luar Kalimantan, dengan menyandang berbagai profesi.
Sumber tulisan: baritopost.co.id